JAGUNG

Berdasarkan bukti genetik, antropologi, dan arkeologi diketahui bahwa daerah asal jagung adalah Amerika Tengah (Meksiko bagian selatan). Budidaya jagung telah dilakukan di daerah ini 10.000 tahun yang lalu, lalu teknologi ini dibawa ke Amerika Selatan (Ekuador) sekitar 7000 tahun yang lalu, dan mencapai daerah pegunungan di selatan Peru pada 4000 tahun yang lalu. Kajian filogenetik menunjukkan bahwa jagung (Zea mays ssp. mays) merupakan keturunan langsung dari teosinte (Zea mays ssp. parviglumis). Dalam proses domestikasinya, yang berlangsung paling tidak 7000 tahun oleh penduduk asli setempat, masuk gen-gen dari subspesies lain, terutama Zea mays ssp. mexicana. Istilah teosinte sebenarnya digunakan untuk menggambarkan semua spesies dalam genus Zea, kecuali Zea mays ssp. mays. Proses domestikasi menjadikan jagung merupakan satu-satunya spesies tumbuhan yang tidak dapat hidup secara liar di alam. Hingga kini dikenal 50.000 varietas jagung, baik ras lokal maupun kultivar.

Jagung ditanam untuk dikonsumsi sebagai makanan tambahan atau sebagai bahan baku agroindustri yaitu pakan ternak. Di beberapa daerah, jagung digunakan sebagai makanan pokok, khususnya jenis jagung putih (lokal). Waktu penanaman jagung di Jawa Tengah adalahpada awal musim penghujan. Di Jawa Tengah jagung biasa ditanam pada bulan November.

Daerah sentra produksi jagung Jawa tengah adalah terutama di kabupaten/kota :

1. Blora

2. Wonogiri

3. Blora

4. Temanggung

5. Boyolali