Pelatihan GAP/SOP Hortikultura |
|
![]() |
Bidang Usaha pertanian memfasilitasi Pelatihan GAP/SOP Hortikultura pada tanggal 26 – 28 April 2011 di BPSDMTan Soropadan sebagai tindak lanjut rencana kerja Team Pengembangan Hortikultura Jawa Tengah 2011. Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan sumber daya manusia dalam rangka membangun basis produksi hortikultura dari 9 Kabupaten hinterland (Temanggung, Magelang, Semarang, Boyolali, Karanganyar, Wonosobo, Banjarnegara, Tegal dan Pemalang) untuk mensuplay produk ekspor dengan Soropadan sebagai pusat produk unggulan. Peserta pelatihan sebanyak 20 orang petani dan 10 petugas PPL/Laboratorium PHT |
Pada hari Pertama diberikan materi Penerapan GAP/SOP Hortikultura yang disampaikan Bp Pujo Purwanto, SP. Materi ini untuk membekali petani tentang pentingnya penerapan GAP/SOP dalam budidaya produk hortikultura sabagai salah satu syarat budidaya produk ekspor. Materi selanjutnya Bp Ir Agus Yuwono, MP memberikan gambaran kemitraan dengan eksportir akan menguntungkan karena adanya jaminan harga dan pasar, dan motivasi bahwa peluang ekspor akan merubah pertanian yang konvensional menjadi agroindustri dan agribisnis yang berwawasan ramah lingkungan dan membangun kepercayaan diri petani. Selanjutnya Bp Heri Supangat dari kelompok tani Mardi Santoso Kabupaten Semarang berbagi pengalaman dalam menjalin kemitraan dengan Carrefour dan ekspor ke Singapura. Hari kedua dilakukan kunjungan lapang ke Poktan Mardi Santoso di Kabupaten Semarang dan Poktan Tranggulasi Kopeng Salatiga. Dalam kunjungan lapang ini diharapkan petani dari 9 Kabupaten mendapat pengalaman dan wawasan tentang komoditi yang layak ekspor baik dari cara budidaya, kapasitas produksi maupun pemasarannya sehingga petani tersebut dapat memproduksi komoditi yang baik secara kualitas dan memenuhi persyaratan ekspor. Materi dilanjutkan dengan spesifikasi 15 komoditi ekspor (baby buncis, buncis super, lobak, bawang daun, seledri, cabe merah, cabe hijau, kubis, pakcoy, ubi jepang, jagung manis, melon, salak, mangga harumanis dan melati) yang disampaikan Bp Agus Edi Waluya, SP dan Bp Gan Gan Megantara, SP dari PT Alamanda. Hari terakhir dilakukan diskusi untuk mengidentifikasi produk ekspor komoditi hortikultura dari 9 Kabupaten dan dilakukan pembagian kemampuan serap (kuota) PT Alamanda terhadap komoditi yang akan diekspor dari 9 Kabupaten agar memenuhi aspek kualitas, kuantitas dan kontinyuitas. Hasil pelatihan diharapkan dapat merubah paradigma berpikir petani dari yang semula bersifat gambling/ tidak pasti menuju pasar berstruktur yang memberikan jaminan harga dan pasar. Dengan pasar berstruktur akan ditentukan pola tanam, kualitas yang diminta dan kepastian harga yang disepakati. Hasil Pelatihan ini merupakan langkah awal dalam membangun basis produksi di kawasan hinterlan d 9 Kabupaten dengan berpusat di Soropadan. Penulis :Firdaus E.S |
|